Intellasia East Asia News – Implementasikan ESG, Pertamina Dorong Proyek dan Investasi EBT dari Hulu hingga Hilir
PRAsia

Intellasia East Asia News – Implementasikan ESG, Pertamina Dorong Proyek dan Investasi EBT dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA, Indonesia, 25 November 2021 /PRNewswire/ — Untuk mengimplementasikan aspek lingkungan sebagai bagian dari Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Pertamina (Persero) terus mendorong implementasi proyek dan investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menghadapi transisi energi sekaligus mendukung kelistrikan Indonesia target. Proyek tersebut meliputi; Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Intellasia East Asia News – Implementasikan ESG, Pertamina Dorong Proyek dan Investasi EBT dari Hulu hingga Hilir
Pertamina EBT menambah jumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SPBU menjadi 99 titik. Pertamina EBT mendukung percepatan transisi energi fokus internal Pertamina.

Pertamina, through Pertamina Geothermal Energy (PGE), has operated 6 (six) PLTPs with a total capacity of 672 Mega Watts (MW) in the Geothermal Working Area (WKP); WKP Kamojang, Garut West Java (235 MW), WKP Lahendong, Tomohon North Sulawesi (120 MW), WKP Sibayak, Sinabung North Sumatra (12 MW), WKP Ulubelu Gunung Way Panas, Lampung (220 MW), WKP Karaha, Tasikmalaya and Garut, Jawa barat (30 MW) dan WKP Lumut Balai Muara Enim, Sumatera Selatan (55 MW). Pertamina juga terus menggenjot proyek panas bumi di WKP lainnya hingga mencapai 1.128 Megawatt pada 2026.

“Pertamina secara konsisten mendukung upaya Pemerintah untuk menghasilkan energi bersih dan ramah lingkungan melalui pengembangan panas bumi untuk memaksimalkan sumber daya panas bumi di dalam negeri dan berkontribusi pada kelistrikan nasional,” kata Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communications PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Selasa (23/11).

Pertamina juga telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara. PLTBg berkapasitas 2,4 MW ini merupakan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara III. Selama triwulan III tahun 2021, PLTBg Sei Mangkei telah menghasilkan listrik sebesar 8 GWh. Dengan demikian, PLTBg tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik industri KEK yang dikelola PTPN III. Selain mengembangkan bisnis PLTBg bersama PTPN Group, Pertamina melalui Subholding Power & EBT juga tengah mempersiapkan pengembangan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa daerah. Termasuk KEK Sei Mangkei yang saat ini beroperasi dengan kapasitas 2 MWp.

Fajriyah mengatakan Pertamina juga telah mengoperasikan PLTS Cilacap di wilayah operasi Refinery Unit Cilacap berkapasitas 1,34 MWp dan PLTS Badak di wilayah PT Badak NGL Bontang (4 MWp). Pertamina juga telah mengoperasikan PLTS di 99 SPBU yang tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan dengan total kapasitas 668 kWp.

“Komitmen Pertamina tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, seluruh wilayah operasional Pertamina akan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya untuk memanfaatkan energi surya yang melimpah di wilayah khatulistiwa,” tambah Fajriyah.

Sementara itu, untuk mendukung rencana pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Pertamina telah mengoperasikan 5 (lima) unit SPBU yang berada di SPBU Pertamina. SPBU ini dikembangkan oleh Subholding Commercial & Trading Pertamina sebagai bagian dari inovasi untuk kebutuhan energi masa depan, terintegrasi dengan konsep baru SPBU ramah lingkungan. Yakni Green Energy Station (GES) yang diresmikan Agustus lalu.

Untuk memastikan pemanfaatan Charging Station, Pertamina terus memantau transaksi dan jumlah daya listrik yang digunakan untuk mengisi baterai mobil listrik. Data Februari hingga Oktober tercatat lebih dari 1.500 pengisian daya mobil listrik dengan total daya mencapai lebih dari 45 ribu kWh.

“Kami bergerak secara masif untuk EBT dan penyelamatan lingkungan, dari hulu ke hilir untuk mewujudkan transisi energi bersih dan mengejar target Pemerintah untuk mengembangkan EBT 23% pada tahun 2025,” kata Fajriyah.

Kategori: PR Newswire, PRAsia


Cetak Postingan Ini

Posted By : togel hongkonģ hari ini 2021