Intellasia East Asia News – Indonesia akan melihat 13 proyek minyak dan gas baru dimulai pada tahun 2014
ResourceAsia

Intellasia East Asia News – Indonesia akan melihat 13 proyek minyak dan gas baru dimulai pada tahun 2014

13 proyek minyak dan gas baru di Indonesia dengan kapasitas produksi gabungan sebesar 954.000 Mcf/d gas dan 194.121 b/d minyak dan kondensat diharapkan mulai berproduksi pada 2014, regulator hulu SKK Migas mengatakan Senin.

Namun terlepas dari produksi tambahan, Indonesia diperkirakan akan meleset dari target produksi cairan 2014 sebesar 870.000 b/d yang ditetapkan dalam anggaran tahunan, alih-alih memproduksi rata-rata 803.800 b/d, kata Elan Biantoro, kepala divisi komunikasi SKK Migas.

“Kita punya [taken into account the new production] dalam proyeksi produksi kami sebesar 803.800 b/d [for 2014],” dia berkata.

Sebagian besar tambahan produksi gas akan berasal dari Blok Mahakam di lepas pantai Kalimantan Timur yang dikuasai Total Prancis dan Inpex Jepang.

Total rencana untuk membawa onstream empat lapangan baru di blok yang akan menghasilkan total 645.000 Mcf/d gas dan 6.500 b/d cairan pada akhir 2014, menurut pernyataan yang dirilis oleh SKK Migas pada hari Minggu.

Keempat lapangan tersebut adalah: Sisi Nubi 2B, yang diharapkan menghasilkan 350.000 Mcf/d pada Q1 2014; Peciko, yang diperkirakan akan menghasilkan 170.000 Mcf/d dan 4.000 b/d cairan pada Q1 2014; Peciko 7C, yang diharapkan menghasilkan 125.000 Mcf/d gas dan 1.500 b/d cairan di Q2; dan Bekapai 2A, yang diharapkan menghasilkan 1.021 b/d di Q1, kata SKK Migas.

Perusahaan minyak dan gas milik negara Pertamina dan swasta Medco berencana untuk mulai memproduksi 8.000 Mcf/d dan 250 b/d cairan dari proyek pengembangan gas Senoro pada Q3 tahun ini, kata SKK Migas.

Ada tiga proyek lain yang semula akan onstream pada tahun 2013 tetapi tertunda hingga 2014 – proyek Karang Agung milik perusahaan lokal Odira Energy di Sumatar, yang diharapkan menghasilkan 1.200 b/d minyak di Q2; Lapangan Gundih Pertamina di Jawa yang diharapkan menghasilkan 50.000 Mcf/d gas dan 600 b/d liquid di Q1; dan proyek Bayan A perusahaan lokal Manhattan Kalimantan di Kalimantan yang diharapkan menghasilkan 15.000 Mcf/d gas dan 250 b/d minyak di Q1, menurut pernyataan itu. TIDAK ADA PENUNDAAN

Sementara itu, Petronas milik negara Malaysia akan onstream lapangan Bukit Tua di blok Ketapang 2 di Jawa Timur dan lapangan Muriah di blok Kepodang di Jawa Tengah pada kuartal keempat tahun ini.

Lapangan Bukit Tua diharapkan menghasilkan 70.000 Mcf/d gas dan 20.000 b/d cairan dan lapangan Muriah 116.000 Mcf/d gas.

Santos dari Australia akan mulai memproduksi 25.000 Mcf/d gas dari lapangan Peluang lepas pantai Jawa Timur pada Q1 2014 dan Salamander yang berbasis di Inggris akan membawa lapangan Karendan di Kalimantan Tengah dengan produksi gas sebesar 25.000 Mcf/d dan output cairan 300 b/ d di Q4 2014.

Proyek terakhir adalah ExxonMobil dan lapangan Banyu Urip milik Pertamina di blok Cepu, yang diperkirakan akan mencapai produksi puncak 165.000 b/d minyak pada kuartal keempat, kata pernyataan itu.

Proyek-proyek ini harus diawasi secara ketat agar tidak ada penundaan, kata Biantoro, seraya menambahkan bahwa penundaan akan semakin memangkas produksi 2014.

Indonesia untuk tahun kelima berturut-turut melewatkan target produksi minyak mentah dan kondensat tahunannya, memompa rata-rata 826.000 b/d pada tahun 2013 dibandingkan dengan angka pemerintah yang direvisi sebesar 840.000 b/d, Platts melaporkan sebelumnya.

Angka yang lebih rendah dari perkiraan dikaitkan dengan penurunan produksi alami di ladang-ladang tua negara itu dan 1.600 penutupan yang tidak direncanakan, kata menteri Energi dan Pertambangan Jero Wacik.

Sementara itu, belanja modal di sektor minyak dan gas diperkirakan meningkat 32,6 persen tahun-ke-tahun menjadi $25,64 miliar pada tahun 2014, menurut dokumen dari SKK Migas.

Sekitar $14,9 miliar, atau 77,2 persen dari total pengeluaran, akan dialokasikan untuk kegiatan produksi. Ini naik 24,5 persen dibandingkan dengan 2013, dokumen yang diperoleh Platts menunjukkan.

Perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di negara itu juga akan menyisihkan $ 5,3 miliar untuk mengembangkan ladang minyak dan gas, meningkat 23,1 persen dari tahun lalu, sementara pengeluaran eksplorasi akan meningkat 104,6 persen menjadi $ 3,84 miliar.

Perusahaan minyak dan gas akan mengebor 250 sumur eksplorasi dan 1.364 sumur pengembangan, serta 932 sumur work over pada tahun 2014. Mereka juga akan melakukan survei seismik 2D sepanjang 9.020 km dan survei seismik 3D sepanjang 11.633 km, menurut dokumen tersebut.

Pada tahun 2013, perusahaan minyak semula merencanakan untuk mengebor 258 sumur eksplorasi tetapi akhirnya hanya mengebor 91 sumur karena kurangnya izin dan ketersediaan rig. Dari 1.178 sumur pengembangan yang direncanakan, hanya 980 yang dibor.

http://www.platts.com/latest-news/oil/jakarta/indonesia-to-see-13-new-oil-gas-projects-start-27797606

Kategori: ResourceAsia


Cetak Postingan Ini

Posted By : togel hk