Intellasia East Asia News – Pembelian batu bara ADB untuk memangkas 200 ton karbon setiap tahun
FinanceAsia

Intellasia East Asia News – Pembelian batu bara ADB untuk memangkas 200 ton karbon setiap tahun

Rencana Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk membeli pembangkit listrik tenaga batu bara dan mempercepat penghentian operasinya diharapkan dapat mengurangi awal 200 ton karbon per tahun.

Ketika pemberi pinjaman multilateral yang berbasis di Manila keluar dari pembiayaan batubara baru, ADB sekarang bekerja untuk membentuk fasilitas mekanisme transisi energi (ETM) dan ini sedang diujicobakan di Filipina, Indonesia dan Vietnam.

Fasilitas di setiap negara terdiri dari pembiayaan publik, swasta, dan filantropi yang akan digunakan untuk membeli pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mempercepat masa pensiun mereka dan membantu memulai energi bersih yang andal dan terjangkau.

Asia-Pasifik menyumbang hampir 40 persen dari ekonomi dunia, tetapi juga bertanggung jawab atas sekitar 80 persen konsumsi batu bara dunia dan hingga 50 persen emisi karbon.

Wilayah ini merupakan penyumbang utama gas rumah kaca global dan korban dari perubahan iklim dan bencana terkait cuaca.

Dengan tiga negara percontohan target, wakil presiden ADB Ahmed Saeed mengatakan targetnya adalah untuk mengurangi tenaga batu bara mereka hingga 50 persen.

“Itu 200 juta ton karbon per tahun atau setara dengan 61 juta mobil penumpang. Hanya pilotnya saja yang bisa menjadi salah satu sumber offset asing terbesar di dunia,” kata Saeed.

“Tapi kami pikir itu lebih mungkin. Kami pikir ini adalah struktur yang dapat direplikasi dan ditingkatkan, tidak hanya di wilayah kami, tetapi juga di wilayah lain, ”katanya.

Dalam briefing baru-baru ini, direktur divisi energi ADB untuk Asia Tenggara Toru Kubo mengatakan jalan keluar dari pembiayaan batu bara baru masih jauh dari cukup karena pembangkit batu bara yang ada merupakan seperempat dari total emisi karbon dan mereka cenderung bertahan selama lebih dari empat dekade.

“Jadi jika kita tidak mengatasi yang sudah ada, tidak ada peluang untuk benar-benar mencapai target Perjanjian Paris,” katanya

ETM akan terdiri dari dana pengurangan karbon dan dana energi bersih.

Yang pertama bertujuan untuk menyediakan mekanisme keuangan campuran untuk memberi insentif pada pensiun dini aset pembangkit listrik tenaga batu bara sementara yang kedua menargetkan untuk berinvestasi dalam pertumbuhan dan perluasan energi terbarukan.

https://www.philstar.com/business/2021/10/25/2136383/adbs-coal-buyout-cut-200-tonnes-carbon-yearly

Kategori: FinanceAsia


Cetak Postingan Ini

Posted By : toto hongkong